Tahukah engkau,

Setetes cahaya dari surga membasahimu

Tidakkah engkau menggigil kedinginan

Sadarkah engkau,

Secangkir minyak kasturi mengalir di darahmu

Tidakkah engkau menuai keharuman

Mengertikah engkau,

Lantunan simphoni menari di bibirmu,

Tidakkah engkau dengar nyanyian

Cahaya surga membias ke mataku

Lantas terpeleset ke dalam dadaku

Aroma kasturi merasuk ke paru-paru

Lantas mengalir di dalam darahku

Simphoni itu mengetuk genderang telingaku

Lantas menyusuri saraf-sarafku

Bolehlah sejenak kau pinjam bola mataku,

Atau sekejap kau pinjam lubang hidungku,

Atau sesaat kau pinjam daun telingaku,

Agar kau ikut tahu, sadar dan mengerti.

Kaulah anugrah terindah yang pernah kumiliki.

Armila 15 Januari 2012,

Dengan sedikit revisi di Januari 2013